Abex Essay

This essay has a total of 2427 words and 15 pages.

abex



ABEX Chemicals, Inc.
ABEX Chemicals, Inc. adalah salah saru produsen utama dari petrochemicals (terutama
polyethylene). Selama 8 tahun terakhir ABEX menguasai kurang lebih 25% pangsa pasar
petrochemical di Amerika Serikat. Namun demikian, persaingan dalam industri ini nampaknya
akan semakin ketat, terutama dengan terjadinya ekspansi yang sangat agresif, dan
kemungkinan akan terjadinya resesi pada satu sampai dua tahun mendatang. Berdasarkan
analisis statistik, harga petrochemical yang diproduksi oleh ABEX diperkirakan akan terus
menurun pada 12 hingga 18 bulan kedepan. Hal ini akan meningkatkan credit risk perusahaan
ini. Harga saham ABEX baru-baru ini juga mengalami penurunan dari $15 menjadi $9 per
lembar. Kedua hal tersebut meningkatkan resiko dalam pemberian pinjaman pada Abex.

Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya dilakukan penilaian ulang terhadap credit risk
dari ABEX. Analisis akan bertitik berat pada 3 aspek penting, yaitu external environment,
company fundamentals, dan stock price behavior. Hasil pengamatan terhadap ke-tiga aspek
dapat dilihat sebagai berikut:

External environment
Walaupun trend faktor-faktor ekonomi belum dapat diketahui dengan pasti, masalah utama
yang dihadapi pada industri petrochemical ini bukanlah perubahan demand, melainkan
overcapacity. Seperti terlihat pada Exhibit 1, produksi polyethylene secara nasional
diperkirakan tetap samapi tahun 10. Namun karena kapasitas produksi terus meningkat, maka
operating rate akan mengalami penurunan. Akibatnya tingkat persaingan akan terus
meningkat, sementara harga produk menjadi semakin rendah. Namun demikian, dalam jangka
panjang tingkat konsumsi polyethylene akan naik 4% per tahun, dan harga akan meningkat 5%
per tahun mulai tahun 12.

Company fundamental
Pendapatan operasional Abex didapat terutama dari 2 jenis bisnis, yaitu pipeline
distribution of natural gas (gas transmission) dan petrochemical production. Pendapatan
dari distribusi gas diperkirakan akan berkurang, berkaitan dengan adanya penurunan
produksi gas dan faktor-faktor yang membatasi perkembangan harga jual. Namun hasil
analisis dapat memprediksikan tetap adanya peningkatan kecil, baik pada volume maupun
tarif jasa distribusi tersebut. Data statisik sehubungan dengan usaha distribusi gas ini
dapat dilihat pada Exhibit 1.

Pendapatan dari produk-produk petrochemical lebih sulit diramalkan, karena sangat sangat
sensitif terhadap harga jual, biaya produksi, serta volume penjualan polyethylene.
Faktor-faktor penting dalam estimasi pendapatan opersional dari bisnis ini adalah harga
jual dan biaya produksi di masa datang, dan pangsa pasar dari ABEX. Pihak manajemen
percaya bahwa struktur biaya produksi ABEX yang lebih rendah dapat membuat harga
produksinya sangat kompetitif, sehingga memungkinkan tercapainya operating rate yang lebih
tinggi dibanding para pesaingnya. Data statisik sehubungan dengan bisnis produksi
polyethylene ini dapat dilihat pada Exhibit 1.

Stock price evaluation
Berlainan dengan analisis umumnya yang menggunakan discounted cash flow, evaluasi harga
saham ini dititikberatkan pada quality of cash flow, earning power, yield, book value dan
earnings components. Laporan Keuangan perusahaan, serta rasio-rasio keuangan yang
digunakan salam analisis dapat dilihat pada Tabel 1 3.


Permasalahan
Sehubungan dengan fixed income investment yang dilakukan pada obligasi (bonds/long-term
debt) yang diterbitkan oleh ABEX, maka perlu dilakukan investigasi lebih lanjut pada
kondisi perusahaan tersebut. Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui perubahan yang
terjadi pada credit quality (risk) dari hutang jangka panjang ABEX dalam kurun 3 tahun
terakhir (tahun 7 9). Analisis dilakukan pada ratio-ratio keuangan terpenting (key
financial ratios), yang difokuskan pada 3 aspek yaitu asset protection, short-term
liquidity, dan earning power.


Jawaban Pertanyaan

1. Identifikasi terhadap 5 ratio keuangan (dari seluruh ratio yang tercantum Tabel 3) yang
relevan terhadap minimal 1 dari 3 aspek analisis diatas, serta interpretasi tingkat serta
kecenderungannya dari tahun 7 sampai tahun 9.

Ratio-ratio yang digunakan untuk menganalisis aspek asset protection adalah net tangible
asset to long-term debt serta long-term debt to total capitalization. Untuk short-term
liquidity ditinjau collection period, sementara untuk earning power dievaluasi berdasarkan
pre-tax interest coverage dan operating cash flow to long-term debt.

Sebenarnya inventory period juga dapat digunakan untuk mengevaluasi short-term liquidity,
namun karena bisnis distribusi gas tidak memiliki inventory maka ratio ini tidak digunakan
dalam analisis ini (terutama dalam memperbandingkan kedua bisnis yang diusahakan oleh
ABEX).

a/ Net Tangible Assets to Long-term Debt R atio
Ratio ini menggambarkan sejauh mana aset perusahaan dapat meng-cover hutang jangka
panjangnya. Yang dilihat adalah perbandingan antara asset (yang tidak diragukan nilai
serta realisasinya) terhadap jumlah long-term debt. Besarnya ratio dalam 3 tahun terakhir
adalah:

Tahun Ratio
7 52.0%
8 34.7%
9 46.2%
Trend dari ratio ini ternyata menurun, walaupun terlihat adanya perbaikan pada tahun 9.
Penurunan ini mungkin disebabkan oleh 2 sebab yang dapat terjadi sendiri-sendiri, atau
dua-duanya sekaligus:

Pertama, penurunan net tangible asset, yaitu penurunan jumlah asset yang nilai serta
realisasinya dapat dipastikan. Hal ini dapat terjadi misalnya akibat meningkatnya goodwill
pada investasi di perusahaan lain (akuisisi). Pada tahun 8 dan 9 terjadi peningkatan
goodwill yang cukup tajam, yaitu 214% dan 70%. Penurunan ini bisa juga terjadi akibat
meningkatnya account receivables yang mungkin tidak dapat tertagih. Pada tahun 8 dan 9
terjadi kenaikan account receivables sebesar 110% dan 6%, sementara peningkatan sales pada
tahun-tahun tersebut hanya 64% dan 3%. Selain itu terjadi pula peningkatan inventory
masing-masing sebesar 291% dan 7%, yang mungkin merupakan inventory yang obsolete,
sehingga tidak memiliki nilai realisasi.

Kedua, peningkatan long-term debt, yaitu penerbitan obligasi-obligasi baru. Pada tahun 8
dan 9 terjadi peningkatan hutang jangka panjang sebesar 58% dan 5% yang terutama digunakan
untuk investasi fixed asset pada usaha petrochemical.

Ratio dibawah 100% menunjukkan kurangnya jaminan terhadap obligasi yang diterbitkan,
sehingga obligasi ini dapat dianggap mengandung risiko sangat tinggi. Menurut standar yang
biasa digunakan, ratio ini berkisar antara 500% (rating AAA) sampai 250% (rating BBB).
Ratio dibawah 250% akan menyebabkan obligasi perusahaan ini berada dibawah investment
grade (akan termasuk junk bond).

b/ Long-term Debt to Total Capitalization
Ratio ini digunakan untuk mengukur solvabilitas, dengan memperbanding-kan jumlah long-term
debt terhadap total kapitalisasi (jumlah total current liability long-term debt
equity). Besarnya ratio ini untuk tiga tahun terakhir adalah sbb:

Tahun Ratio
7 64.0%
8 70.0%
9 62.6%
Selama tiga tahun terakhir ini terlihat bahwa besarnya ratio ini relatif tetap, berkisar
antara 60-70%. Kenaikan pada tahun 8 diakibatkan oleh peningkatan jumlah long-term debt,
sementara penurunan pada tahun 9 disebabkan oleh bertambahnya kapitalisasi, yaitu akibat
mening-kat-nya total equity karena penerbitan saham baru serta perolehan agio-nya.

Tingginya ratio ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan operasinya perusahaan banyak
menggunakan pendanaan jangka panjang. Namun bila dilihat dari current ratio yang lebih
besar dari satu maka dapat disimpulkan bahwa dana ini digunakan untuk membiayai fixed
asset. Menurut standar yang biasa digunakan oleh para analis, besarnya ratio ini sebaiknya
berkisar antara 25% (rating AAA) sampai dengan 40% (rating BBB). Dengan demikian ratio
ABEX yang berada diatas 60% menunjukkan bahwa obligasi yang diterbitkannya memiliki credit
risk yang cukup tinggi, sehingga ratingnya berada dibawah investment grade (masuk kedalam
speculating grade).

c/ Collection Period
Collection period menunjukkan kecepatan perusahaan memperoleh kas dari hasil penjualan
produk atau jasanya. Semakin cepat collection period perusahaan, maka akan semakin besar
pula fleksibiltas keuangannya. Collection period ini dapat juga digunalan untuk
mengevaluasi credit term yang diberikan kepada konsumen. Kondisi collection period di ABEX
selama tiga tahun terakhir adalah sbb:



Tahun Collection Period
7 68 days
8 87 days
9 90 days
Dari data diatas dapat terlihat bahwa collection period ABEX semakin lama semakin besar.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak piutang usahanya yang tidak dapat tertagih.
Peningkatan account receivables lebih besar daripada kenaikan penjualannya. Perubahan
revenue yang untuk tiga tahun terakhir itu naik sebesar 11%, 64%, dan 3%, sementara
Continues for 8 more pages >>